Selasa, 20 Oktober 2015

MAKALAH

BERBICARA UNTUK MENGGERAKAN




Kelompok V

RISKI ILHAM (2015210059)
HERIBETUS AKOI (2015210065)
SITI AISYAH  (2015210058)
CARTIKA MENTARI ARDHTANI (2015210064)

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS Dr.SOETOMO SURABAYA



KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkatnya kami dapat menulis makalah kami ini. Ucapan terima kasih juga kepada bapak dosen yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan makalah kami ini, terima kasih juga untuk teman-teman yang telah membantu untuk mengumpulkan data-data demi kelancaran makalah ini.
Dalam makalah ini kami menjelaskan tentang keterampilan berbicara untuk menggerakan, mungkin dalam pembuatan makalah ini terdapat kesalahan yang belum kami ketahui. Maka dari itu kami mohon tanggapan dan saran dari teman-teman maupun dosen, Demi tercapailah makalah yang sempurna










                                                                                      
                                                                                       Di susun oleh:
                                                                                     SITI AISYAH
Surabaya,19 Oktober 2015






DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL              .............................................................
KATA PENGANTAR            .............................................................
DAFTAR ISI                          .............................................................
BAB I PENDAHULUAN       .............................................................
A. LATAR BELAKANG         .............................................................
B. RUMUSAN MASALAH   .............................................................
BAB II
A. PENERTIAN BERBICARA   ..........................................................
B. BERBICARA UNTUK MENGGERAKAN   ......................................
C. FAKTOR PENUNJANG KETERAMPILAN BERBICARA ..................
BAB II PENUTUP
A. KESIMPULAN      .......................................................................
DAFTAR PUSTAKA   ......................................................................










BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Kegiatan manusia tidak lepas dari berbicara, Bericara merupakan kemampuan mengucapkan kata-kata dalam rangka menyampaikan atau menyatakan maksud, ide, gagasan, pikiran, serta perasaan yang disusun dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penyimak agar apa yang disampaikan dapat dipahami oleh penyimak.
 tujuan berbicara secara umum  ialah untuk memberitahukan atau melaporkan informasi kepada penerima informasi, meyakinkan atau mempengaruhi penerima informasi, untuk menghibur, serta menghendaki reaksi dari pendengar atau penerima informasi.
Bagi sebagian orang berbicara mungkin hal yang muda, tetapi sebagianya menganggap hal in juga tidak mudh. Bebicara merupakan hal yang penting dalam hidup kita. Untuk dapat berbicara atau berkomunikasih yang baik agar tidak terjadi salah tanggap atau miss communication dalam penyampaian.

B.     Rumusan masalah
1.     Pengertian berbicara
2.     Arti berbicara untuk menggerakan
3.     Faktor penunjang berbicara







BAB II
PEMBAHASAN

a.     Pengertian Berbicara

Menurut Nurgiyantoro (1995:276) berbicara adalah aktivitas berbahasa kedua yang dilakukan manusia dalam kehidupan berbahasa, yaitu setelah aktivitas mendengarkan. Berdasarkan bunyi-bunyi yang didengar itu, kemudian manusia belajar untuk mengucapkan dan  akhirnya terampil berbicara. Berbicara diartikan sebagai kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan dan menyampaikan pikiran, gagasan,serta perasaan .

(Tarigan, 1983:14). Dapat dikatakan bahwa berbicara merupakan suatu sistem tanda-tanda yang dapat didengar  (audible) dan yang kelihatan  (visible)  yang memanfaatkan sejumlah otot tubuh manusia demi maksud  dan tujuan gagasan atau ideide yang dikombinasikan. Berbicara merupakan suatu bentuk perilaku manusia yang memanfaatkan faktor-faktor fisik, psikologis, neurologis,semantik, dan linguistik.Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa berbicara diartikan sebagai suatu alat untuk mengkombinasikan gagasan-gagasan yang disusun serta mengembangkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan sang pendengar atau penyimak.
Berbicara merupakan instrumen yang mengungkapkan kepada penyimak hampir-hampir secara langsung apakah sang pembicara memahami atau tidak baik bahan pembicaraan maupun para penyimaknya, apakah dia bersikap tenang serta dapat menyesuaikan diri atau tidak, pada saat dia bersikap tenang serta dapat menyesuaikan diri atau tidak, pada saat dia mengkombinasikan gagasan-gagasannya apakah dia waspada serta antusias ataukah tidak.Gorys Keraf dalam St. Y. Slamet dan Amir (1996: 46-47) mengemukakan tujuan berbicara diantaranya adalah untuk meyakinkan pendengar, menghendaki tindakan atau reaksi fisik pendengar, memberitahukan, dan menyenangkan para pendengar. Pendapat ini tidak hanya menekankan bahwa tujuan berbicara hanya untuk memberitahukan, meyakinkan,  menghibur, namun juga menghendaki reaksi fisik atau tindakan dari si pendengar atau penyimak.

b.     Berbicara untuk mengerakan
Bebicara untuk menggerakan sebenaranya sudah termaksud dari tujuan umum berbicara.
Menurut Guntur tariggan (1990:149) Dalam berbicara untuk menggerakan diperlukan pembicara yang berwibawa, panutan atau tokoh idola masyarakat. Melalui kepintaran dalam berbicara, kecakapan memanfaatkan situasi, ditambah penguasaanya terhadap ilmu jiwa massa, pembicara dapat menggerakan pendengarnya.

Adapun cara berbicara untuk menggerakan massa menurut Bung Karno :
Pertama, kita harus pintar menggambarkan atau melukiskan cita-cita kepada massa rakyat.  Seorang pemimpin yang tidak bisa melukiskan cita-cita, kata Soekarno, tidak akan bisa membangkitkan rakyat.
Kedua, kita harus memberi atau membangkitkan rasa mampu di kalangan rakyat. Ini sangat perlu, sebab iming-iming saja tidak cukup membuat orang bergerak. Karena itu, bagi Soekarno, perlu juga membangkitkan kehendak atau kemauan rakyat.

Jadi kesimpulanya berbicara untuk menggerakan adalah harus seseorang yang menjadi panutan selain itu juga memiliki kemampuan pengolahan kata yang baik serta memiliki kecerdasan agar bisa di pahami pendengar dengan baik.


b.     Faktor penunjang keterampilan berbicara

Berbicara atau kegiatan komunikasi lisan merupakan kegiatan individu dalam usaha menyampaikan pesan secara lisan kepada sekelompok orang, yang disebut juga audience atau majelis. Supaya tujuan pembicaraan atau pesan dapat sampai kepada  audience dengan baik, perlu diperhatikan beberapa faktor yang dapat menunjang keefektifan berbicara.  Kegiatan berbicara juga memerlukan hal-hal di luar kemampuan berbahasa dan ilmu pengetahuan.
Pada saat berbicara diperlukan
a) penguasaan bahasa
b) bahasa
 c) keberanian dan ketenangan
d) kesanggupan menyampaikan ide dengan lancar dan teratur

Faktor  penunjang pada kegiatan berbicara sebagai berikut. Faktor kebahasaan, meliputi :
a) ketepatan ucapan
b) penempatan tekanan nada, sendi atau durasi yang sesuai
c) pilihan kata
d) ketepatan penggunaan kalimat serta  tata bahasanya
e) ketepatan sasaran pembicaraan.
Sedangkan  faktor nonkebahasaan, meliputi
f) sikap yang wajar, tenang dan tidak kaku
g) pendangan harus diarahkan ke lawan bicara
h) kesediaan menghargai orang lain
i) gerak-gerik dan mimik yang tepat
j) kenyaringan suara
k) kelancaran
l) relevansi, penalaran
m) penguasaan topik.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan berbicara adalah faktor urutan kebahasaan  (linguitik)  dan non kebahasaan (nonlinguistik).



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Keterampilan berbicara menunjang keterampilan bahasa lainnya. Pembicara yang baik mampu memberikan contoh agar dapat ditiru oleh penyimak yang baik. Pembicara yang baik mampu memudahkan penyimak untuk menangkap pembicaraan yang disampaikan.
Secara umum berbicara merupakan proses penuangan dalam bentuk ujaran-ujaran. Ujaran-ujaran yang muncul mmeupakan perwujudan dari gagasan yang sebelum berada pada tataran ide.














DAFTAR PUSTAKA


Bahas indonesia, berbicara sebagai keterampilan (17-2011)www.kajianpustaka.com/2013/06/pengertian-tujuan berbicara